Selasa, 25 April 2017

Siapakah Wali Songo itu ...???

Siapakah Wali Songo itu ...???

Ayo Bertasbih Blog's - Siapakah Wali songo itu ...??? Wali songo atau Wali sanga dikenal sebagai penyebar agama Islam di tanah Jawa pada abad ke 14. Mereka tinggal di tiga wilayah penting pantai utara Pulau Jawa, yaitu Surabaya-Gresik-Lamongan-Tuban di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, dan Cirebon di Jawa Barat.

Era Wali songo adalah era berakhirnya dominasi Hindu-Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat para Walisongo ini lebih banyak disebut dibanding yang lain.

 wali songo atau wali sanga

Pengertian atau Arti Wali Songo

Ayo Bertasbih - Ada beberapa pendapat mengenai pengertian atau arti Wali songo. Pertama arti Wali songo adalah Wali yang sembilan, yang menandakan jumlah Wali yang ada sembilan, atau sanga dalam bahasa Jawa. Pendapat lain, arti Wali songo bahwa kata songo/sanga berasal dari kata tsana yang dalam bahasa Arab berarti mulia. Pendapat lainnya lagi menyebut kata sana berasal dari bahasa Jawa, yang berarti tempat.

Pendapat lain yang mengatakan bahwa pengertian Wali songo adalah sebuah majelis dakwah yang pertama kali didirikan oleh Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) pada tahun 1404 Masehi (808 Hijriah).[1] Para Walisongo adalah pembaharu masyarakat pada masanya. Pengaruh mereka terasakan dalam beragam bentuk manifestasi peradaban baru masyarakat Jawa, mulai dari kesehatan, bercocok tanam, perniagaan, kebudayaan, kesenian, kemasyarakatan, hingga ke pemerintahan.

Nama Para Wali Songo

Dari nama para Wali songo tersebut, pada umumnya terdapat 9 nama yang dikenal sebagai anggota Wali songo yang paling terkenal. Berikut adalah nama Para Wali songo, yaitu:

1. Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim
2. Sunan Ampel atau Raden Rahmat
3. Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim
4. Sunan Drajat atau Raden Qasim
5. Sunan Kudus atau Ja'far Shadiq
6. Sunan Giri atau Raden Paku atau Ainul Yaqin
7. Sunan Kalijaga atau Raden Sahid
8. Sunan Muria atau Raden Umar Said
9. Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah

Itulah penjelasan mengenai Siapakah Wali songo itu ...???. Dan dari coretan diatas, meski sedikit kita sudah mengenal Wali Songo.

Minggu, 23 April 2017

Pengertian Tentang Amal Jariah Yang Pahalanya Terus mengalir

Pengertian Tentang Amal Jariah Yang Pahalanya Terus mengalir

Pengertian Tentang Amal Jariah Yang Pahalanya Terus mengalir

Ayo Bertasbih Blog's - Pengertian Tentang Amal Jariah Yang Pahalanya Terus mengalir. Amal jariah sendiri dalam bahasa arab berarti amal yang mengalir. Maksudnya, perbuatan baik yang akan terus mendatangkan pahala bagi pelakunya walaupun si pelaku sudah meninggal (berada di akhirat).

Ayo Bertasbih - Hal itu juga sudah dijelaskan dalam hadist dari Abu Hurairah, yang berbunyi :

Rasulullah SAW bersabda,"apabila anak Adam (manusia) meninggal dunia maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatanya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang mendo'akanya" (HR. Muslim).

Untuk lebih jelasnya mengenai ke tiga perbuatan (amal) yang di jelaskan dalam hadist tersebut, berikut penjelasannya, silahkan simak di bawah ini.

1. Sedekah jariah

Sedekah jariah adalah sedekah yang juga dapat di katakan dengan sedekah yang di wakafkan. Sedekah jariah sebenarnya berbeda dengan sedekah pada umumnya, sedekah ini adalah sebuah sedekah yang di berikan dengan ikhlas untuk kepentingan orang banyak dan biasanya bermanfaat dalam jangka panjang. Contohnya, sobat mempunyai sebidang tanah, dan tanah tersebut sobat wakafkan untuk tempat didirikan sebuah masjid, maka sobat juga akan mendapatkan pahala dari orang yang beribadah di masjid tersebut dan pahala itu juga akan menglir terus tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang melakukan ibadah, bahkan walaupun sobat sudah wafat.

2. Ilmu yang bermanfaat

Ilmu yang bermanfaat yang di maksud di sini adalah ilmu yang di ajarkan atau di sebarkan ke pada orang lain, dan ilmu tersebut dapat bermanfaat untuk orang tersebut. Contoh mudahnya adalah, seorang guru mengajarkan cara sholat kepada murid-muridnya, apabila si murid terus mengamalkan ajaran dari gurunya itu (sholat), maka pahala akan terus mengalir kepada orang yang si guru selama murid yang di ajari tersebut terus melakukan (mengamalkan) ilmu yang gurunya ajarkan.

Admin bukanlah seorang guru apa lagi seorang yang sholeh, admin hanyalah seorang pendosa yang mencoba membagikan apa yang pantas dibagikan dan inshaa Allah bermanfaat. Dan moga jadi amal jariah untuk admin. Amiiiiiin Ya Allah ...

3. Anak sholeh yang mendo'akan orangtuanya

Anak sholeh sebenarnya adalah bukan hanya dalam artian anak baik, tapi juga selalu taat dalam beribadah ke pada Allah SWT (rajin beribadah, khususnya ibadah wajib). Tapi saya kurang tahu apakah yang di maksud di sini memang hanya do'a dari anak sholeh saja, alias do'a anak yang tidak sholeh (tidak rajin beribadah khususnya ibadah wajib atau malah sangat jarang melakukan ibadah wajib) tidak termasuk, saya tidak tahu, jadi silahkan tanya pada ahlinya.

Demikianlah sekilas ulasan mengenai Pengertian Tentang Amal Jariah Yang Pahalanya Terus mengalir. Moga bermanfaat untuk pembaca semua, khususnya untuk admin sendiri.

Kamis, 20 April 2017

Kenapa Bertasbih Sangat Dianjurkan

Kenapa Bertasbih Sangat Dianjurkan Dan Suatu Keharusan

Kenapa Bertasbih Sangat Dianjurkan

Ayo Bertasbih Blog's - Kenapa Bertasbih Sangat Dianjurkan Dan Suatu Keharusan??? Bagi seorang yang menyadari bahwa dirinya hamba Allah SWT. berdzikir, mengingat Allah merupakan suatu kewajiban dan keharusan yang wajib diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, dimanapun tempatnya dan kapanpun waktunya. Dan perlu diketahui bahwa berdzikir tidak dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu.

Ayo Bertasbih - Berkaitan dengan pernyataan di atas, mengapa setiap muslim harus berdzikir mengingat Allah swt ? jawabannya, berikut adalah arti dari ayat-ayat Al-Qur'an tentang perintah bertasbih atau berdzikir mengingat, memuji, menyebut nama Allah SWT.

1. Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (Al Ahzab 41-42)

2. Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) -Ku. (Al Baqarah 152)

3. Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (Al Jumu’ah 10)

4. Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”.Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (Al Baqarah 200-202)

5. Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (An Nisa 103)

6. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya lah mereka bersujud. (Al A’raaf 205-206)

7. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Ali Imran 191)

8. Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang. Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari. (Al Insan 25-26)

9. Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi. (Al Mujadilah 19)

10. Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (Al A’raaf 55-56)

11. Hanya milik Allah asmaul-husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaulhusna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Al A’raaf 180)

12. Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”. (Al Mukmin 60)

13. Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaulhusna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu” (Al Israak 110)

Baca juga;
Keistimewaan Bacaan Tasbih Yang Tak Terduga

Demikianlah Pembahasan Mengenai Kenapa Bertasbih Sangat Dianjurkan dan perlu sahababat ketahui Dzikir adalah penerang, dzikir adalah penenang, dzikir adalah penyadar dan senjata ampuh pemusnah kesuntukan pikiran, pelenyap tumpukan duka lara. Orang yang bersinar jiwanya, bercahaya tingkah lakunya.Semoga Bermanfaat dan menjadi mashlahat di dunia dan akhirat.